Pembangunan Poros Maritim Nasional atau Tol Laut bertujuan untuk membuka akses pelayaran petikemas regional dengan membuat suatu pelabuhan besar berskala hub internasional yang dapat melayani kapal-kapal niaga besar di atas 3.000 TEUs atau sekelas dengan kapal Panamax 6.000 TEUs.
poros maritim Indonesia merupakan bagian poros maritim dunia. Untuk mewujudkannya, maka di wilayah Indonesia harus terdapat pusat-pusat kegiatan maritim dan kelautan berkelas dunia yang melayani dan mengakomodasi kegiatan kemaritiman ke seluruh dunia.
Pada prinsipnya, pembangunan Tol Laut atau Pendulum Nusantara merupakan penataan rute tetap (linier), terhadap rute yang sudah ada. Untuk mencapai keberhasilannya, diperlukan langkah-langkah antara lain; mengefisienkan sistem transportasi maritim Indonesia, kelembagaan regulasi dan pendanaan serta dukungan lintas sektoral.
Jadi tol laut, sistem supply chain logistik nasional agar bekerja efisien. Bukan seperti jalan tol disambung di laut
Pembangunan tol laut untuk terselenggaranya konektivitas transportasi laut yang efektif secara rutin dari barat Indonesia sampai timur wilayah Indonesia melibatkan 24 pelabuhan.
Ke-24 pelabuhan tersebut meliputi lima pelabuhan sebagai hub (pengumpul) yaitu
- Pelabuhan Belawan/Kuala Tanjung
- Pelabuhan Tanjung Priok/Kalibaru
- Pelabuhan Tanjung Perak
- Pelabuhan Makassar
- Pelabuhan Bitung.
Sedangkan 19 pelabuhan sebagai feeder (pengumpan) bagi pelabuhan Hub, sebagai berikut
- Pelabuhan Malahayati
- Batam
- Jambi (Talang Duku)
- Palembang
- Panjang
- Teluk Bayur
- Tanjung Emas
- Pontianak
- Banjarmasin
- Sampit
- Balikpapan/Kanangau
- Samarinda/Palaran
- Tanau/Kupang
- Pantoloan
- Ternate
- Kendari
- Sorong
- Ambon
- Jayapura
Google Search
Custom Search
Thursday, 18 February 2016
Rute Pelayaran Kapal Tol Laut Indonesia
Pemerintah telah meluncurkan pelayaran kapal barang reguler yang merupakan bagian dari program tol laut seperti yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sebelumnya.
"Konsep Tol Laut bukan membuat jalan tol di atas laut. Namun merupakan jalur distribusi logistik menggunakan kapal laut dari ujung Pulau Sumatera hingga ujung Papua"
Program pelayaran kapal berjadwal ini dimaksudkan untuk mengurangi disparitas harga antara Indonesia Timur dengan daerah sentra produksi yang ada di wilayah Indonesia Barat.
Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang dalam Rangka Pelaksanaan Tol Laut, PT Pelni (Persero) ditunjuk sebagai pihak yang menyelenggarakan pelayaran reguler tersebut.
Untuk saat ini, Pelni masih bisa menyediakan tiga kapal dan melayani tiga trayek dari ketentuan yang seharusnya enam kapal yang melayani enam trayek juga seperti yang tertuang dalam ketetapan.
Adapun, besaran Kewajiban Pelayanan Publik Untuk Angkutan Barang dalam Rangka Pelaksanaan Tol Laut tersebut sebesar Rp 257,9 miliar dengan 6 kapal.
Ketiga susunan jaringan trayek tersebut adalah:
1. Kodo Trayek T - 1 : Tg. Perak - Tual - Fak fak - Kaimana - Timika - Kaimana - Fak fak - Tual -Tg Perak (Dioperasikan oleh KM. Caraka Jaya Niaga III - 32)
2. Kode Trayek T - 4 : Tg. Priok - Biak - Serui - Nabire -Wasior - Manokwari - Wasior- Nabire - Serui - Blak -- Tg Pnok (Dioperasikan oleh KM. Caraka Jaya Niaga Ill - 22)
3. Kode Trayek T -6 : Tg. Priok - Kijang - Natuna - Kijang - Tg Priok (Dioperasikan oleh KM. Caraka Jaya Niaga III - 4)
Diperkirakan akan ada kebutuhan 1.000 kapal setiap tahunnya, sementara industri galangan kapal saat ini hanya mampu memenuhi 30 persen. Potensi industri perkapalan sangat besar. Kebutuhan kapal bukan hanya untuk kapal barang, tapi juga kapal penumpang, ferry, kapal nelayan dan lain-lain. Oleh karena itu, investor juga diundang untuk mengisi kebutuhan tersebut.
Salah satu investor yang tertarik untuk menanamkan modal di Indonesia adalah investor Jepang Tsuneishi Ship Building .Tsuneishi Ship Building merupakan industri perkapalan nomor tujuh terbesar di Jepang. Selain di Jepang, Tsuneishi juga telah membangun industri galangan kapal di Cebu, Filipina, Zoushan, China dan Paraguay.
Untuk Indonesia, Tsuneishi merencanakan investasi di sektor jasa reparasi kapal senilai US$ 40 Juta dengan proyeksi menyerap pekerja hingga 1.000 orang.
Untuk memenuhi kebutuhan kapal tol laut Kementerian Perhubungan memecahkan rekor pembelian kapal terbanyak dalam sejarah pemerintah Indonesia. Kali ini Kementerian Perhubungan membeli kapal laut sebanyak 188 buah.
Untuk pembelian tersebut Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan dana total Rp 11,8 triliun dengan pola penganggaran multi years hingga tahun 2017.
Untuk tahun 2015 telah dianggarkan Rp 3,3 triliun dimana alokasinya untuk pembayaran Down Payment (DP) dan konstruksi kapal yang diperkirakan pada akhir tahun baru mencapai 15 persen. Sementara tahun 2016 telah dianggarkan sebanyak Rp 4,4 triliun dan tahun 2017 sebesar Rp 4,1 triliun.
Mengenai proses pengerjaannya, semua kapal tersebut akan dikerjakan oleh perusahaan galangan kapal di Indonesia yang diperkirakan berjumlah 100 perusahaan lebih yang terdiri dari BUMN dan swasta.
Mengenai jenis kapal yang dipesan ada tiga kategori, yaitu kapal jenis penjagaan laut dan pantai sebanyak 73 kapal, kapal lalu lintas angkutan laut 95 kapal dan kapal kenavigasian sebanyak 15 kapal.Kapal angkut barang ini nantinya akan memiliki kapasitas mencapai 2000 Gross Ton (GT).
"Konsep Tol Laut bukan membuat jalan tol di atas laut. Namun merupakan jalur distribusi logistik menggunakan kapal laut dari ujung Pulau Sumatera hingga ujung Papua"
Program pelayaran kapal berjadwal ini dimaksudkan untuk mengurangi disparitas harga antara Indonesia Timur dengan daerah sentra produksi yang ada di wilayah Indonesia Barat.
Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang dalam Rangka Pelaksanaan Tol Laut, PT Pelni (Persero) ditunjuk sebagai pihak yang menyelenggarakan pelayaran reguler tersebut.
Untuk saat ini, Pelni masih bisa menyediakan tiga kapal dan melayani tiga trayek dari ketentuan yang seharusnya enam kapal yang melayani enam trayek juga seperti yang tertuang dalam ketetapan.
Adapun, besaran Kewajiban Pelayanan Publik Untuk Angkutan Barang dalam Rangka Pelaksanaan Tol Laut tersebut sebesar Rp 257,9 miliar dengan 6 kapal.
Ketiga susunan jaringan trayek tersebut adalah:
1. Kodo Trayek T - 1 : Tg. Perak - Tual - Fak fak - Kaimana - Timika - Kaimana - Fak fak - Tual -Tg Perak (Dioperasikan oleh KM. Caraka Jaya Niaga III - 32)
2. Kode Trayek T - 4 : Tg. Priok - Biak - Serui - Nabire -Wasior - Manokwari - Wasior- Nabire - Serui - Blak -- Tg Pnok (Dioperasikan oleh KM. Caraka Jaya Niaga Ill - 22)
3. Kode Trayek T -6 : Tg. Priok - Kijang - Natuna - Kijang - Tg Priok (Dioperasikan oleh KM. Caraka Jaya Niaga III - 4)
Diperkirakan akan ada kebutuhan 1.000 kapal setiap tahunnya, sementara industri galangan kapal saat ini hanya mampu memenuhi 30 persen. Potensi industri perkapalan sangat besar. Kebutuhan kapal bukan hanya untuk kapal barang, tapi juga kapal penumpang, ferry, kapal nelayan dan lain-lain. Oleh karena itu, investor juga diundang untuk mengisi kebutuhan tersebut.
Salah satu investor yang tertarik untuk menanamkan modal di Indonesia adalah investor Jepang Tsuneishi Ship Building .Tsuneishi Ship Building merupakan industri perkapalan nomor tujuh terbesar di Jepang. Selain di Jepang, Tsuneishi juga telah membangun industri galangan kapal di Cebu, Filipina, Zoushan, China dan Paraguay.
Untuk Indonesia, Tsuneishi merencanakan investasi di sektor jasa reparasi kapal senilai US$ 40 Juta dengan proyeksi menyerap pekerja hingga 1.000 orang.
Untuk memenuhi kebutuhan kapal tol laut Kementerian Perhubungan memecahkan rekor pembelian kapal terbanyak dalam sejarah pemerintah Indonesia. Kali ini Kementerian Perhubungan membeli kapal laut sebanyak 188 buah.
Untuk pembelian tersebut Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan dana total Rp 11,8 triliun dengan pola penganggaran multi years hingga tahun 2017.
Untuk tahun 2015 telah dianggarkan Rp 3,3 triliun dimana alokasinya untuk pembayaran Down Payment (DP) dan konstruksi kapal yang diperkirakan pada akhir tahun baru mencapai 15 persen. Sementara tahun 2016 telah dianggarkan sebanyak Rp 4,4 triliun dan tahun 2017 sebesar Rp 4,1 triliun.
Mengenai proses pengerjaannya, semua kapal tersebut akan dikerjakan oleh perusahaan galangan kapal di Indonesia yang diperkirakan berjumlah 100 perusahaan lebih yang terdiri dari BUMN dan swasta.
Mengenai jenis kapal yang dipesan ada tiga kategori, yaitu kapal jenis penjagaan laut dan pantai sebanyak 73 kapal, kapal lalu lintas angkutan laut 95 kapal dan kapal kenavigasian sebanyak 15 kapal.Kapal angkut barang ini nantinya akan memiliki kapasitas mencapai 2000 Gross Ton (GT).
Tol Laut Berpotensi Efektif Mereduksi Biaya Angkut Logistik Antar Pulau di Indonesia
Jalur Tol Laut Indonesia
Pemikiran tol laut berdasar pada kondisi wilayah perairan yang notabene 2/3 dari luas Indonesia kurang diperhatikan. Padahal, negara lain yang memiliki luas laut yang dominan pasti mendasarkan infrastruktur perairan. Kondisi tersebut menimbulkan adanya lingkaran setan logistik di Indonesia. Pada satu sisi pengembangan industri masih terpusat di Jawa, sementara pada sisi lain ongkos transportasi logistik antara Barat dan Timur amat mahal.
Tol Laut yang dimaksud disini bukan berupa jalan yang secara fisik dibangun di atas permukaan laut tetapi berupa jalur layar kapal dengan rute tetap dan berlayar secara rutin.
Rute kapal dalam konsep tol laut meliputi Aceh, Jakarta, Surabaya, Nusa Tenggara, Maluku sampai Papua. Jalur tersebut akan menjadi rute utama, sedangkan distribusi ke kepulauan lain menggunakan kapal-kapal lebih kecil dibanding dengan armada di jalur utama.
Armada Kapal Tol Laut Indonesia
Bila sistem logistik yang nantinya diintegrasikan dengan sistem logistik nasional ini berjalan maka daya saing produk dalam negeri naik. Pasalnya, biaya logistik murah maka harga produk juga semakin terjangkau.Sementara di sektor darat, konsep tol laut akan dipadukan dengan jaringan rel kereta api di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.
Disamping Tol laut dibutuhkan juga pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di daerah Indonesia Timur untuk memastikan kapal-kapal yang berangkat dari Timur ke Barat melalui jaringan tol laut tidak membawa muatan kosong karena tidak adanya industri di sana. Selain itu, penting juga dilakukan penguatan koneksi jaringan antara pelabuhan dengan area industri untuk menjamin agar ongkos logistik tidak mahal supaya jaringan laut menjadi pilihan utama bagi kalangan industri.
Monday, 15 February 2016
ILMU TEKNIK SIPIL - Cara menyimpan file Autocad menjadi PDF
File PDF memiliki beberapa keunggulan diantaranya File PDF tidak bisa di edit, data lebih ringan dan bisa dengan mudah dibaca oleh perangkat komputer, tablet bahkan HP smartphone.
Mungkin sudah banyak yang tahu dan sudah mengerti bagaimana caranya mengubah file Autocad dwg menjadi pdf. Tetapi tidak apa-apalah saya bagikan lagi. Siapa tahu masih ada diantara kita yang belum tahu bagaimana caranya. Caranya cukup mudah kok broo
Baca selengkapnya >>
Friday, 12 February 2016
Manfaat Proyek Kereta Api Cepat China Railway - KCIC rute Jakarta - Bandung
Keberadaan kereta
api super cepat dianggap penting, karena mampu memangkas jarak tempuh dari
Jakarta menuju Bandung menjadi hanya 36 menit. Kereta tersebut diharapkan mampu
menekan biaya logistik dan mempercepat mobilitas masyarakat. Proyek kereta
super cepat Indonesia yang diwacanakan memiliki kecepatan 300 kilometer per jam
itu dan akan melayani rute Jakarta-Bandung.
Tiongkok dan Jepang
berkompetisi untuk terpilih menjadi investor yang membangun kereta api super
cepat Jakarta-Bandung. Kedua negara tersebut bahkan telah mengajukan proposal
penawaran kerja sama dengan skema terbaik. Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelumnya
juga memastikan kedua negara tersebut menawarkan kerja sama pembangunan kereta
api super cepat dengan syarat ringan.
Hal tersebut dianggap menguntungkan Indonesia, karena pemerintah dapat
menggenjot infrastruktur nasional. Dalam dokumen studi kelayakan Jepang,
terdapat wacana rute kereta cepat ini juga akan melayani konektivitas ke
Cirebon, bahkan hingga Surabaya. Untuk rute Jakarta-Bandung, kereta cepat akan
memangkas waktu tempuh perjalanan dari dua hingga tiga jam menjadi sekitar 37
menit. Menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dari
proposal Jepang diketahui biaya pembangunan rel dan kereta cepat sebesar US$6,2
miliar. Adapun China melakukan studi kelayakan, setelah Jepang. Dari proposal
Tiongkok, kebutuhan investasi untuk pembangunan rel dan kereta cepat sebesar
US$5,5 miliar.
Pemerintah menunjuk
Boston Consulting Group untuk menjadi konsultan independen dalam proyek
pembangunan kereta api super cepat Jakarta-Bandung. BCG sendiri merupakan
perusahaan manajemen konsultan global yang memiliki 82 kantor perwakilan di 46
negara. Perusahaan tersebut bertugas memberikan saran kepada kliennya di sektor
swasta, publik, dan nonprofit di seluruh dunia. Adanya penunjukan tersebut
untuk mencari skema dan tawaran terbaik dari investor dalam teknis
pembangunannya di dalam negeri. Konsultan yang ditunjuk pemerintah akan
melakukan penilaian dari sisi teknikal, keuangan, dan kebijakan penggunaan
produk kandungan lokal dari studi kelayakan dan desain rekayasa detil proyek
tersebut. Beberapa pertimbangan pemerintah dalam menentukan mitra proyek ini
antara lain berdasarkan kebutuhan investasi, penerapan teknologi, penggunaan
tingkat kandungan dalam negeri, harga tiket kepada penumpang, dan juga potensi
efek ekonomi yang dihasilkan.
Akhirnya Kereta Api
(KA) Cepat Jakarta-Bandung diresmikan pada 21 Januari lalu. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dan Perdana
Menteri China Xi Jinping telah menandatangani nota kesepahaman terkait
pembangunan kereta api cepat di sela-sela pelaksanaan Konferensi Asia Afrika di
Bandung 2015. China Raiway ditetapkan sebagai perusahaan Tiongkok untuk
memborong proyek itu dan akan dikelola PT Kereta Cepat Indonesia China (PT
KCIC), proyek ini ditargetkan akan selesai pada 2019.
Pembangunan jalur
kereta api Jakarta-Bandung tidak menggunakan uang negara melalui Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara. Selain itu, pemerintah juga tidak memberikan
jaminan untuk proyek tersebut, termasuk tidak adanya setoran modal bagi BUMN
yang mau mengerjakannya. Badan usaha tersebut dapat bersifat "patungan
antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan swasta yang berminat untuk
membangun jalur itu. Pemerintah melalui Kemenhub baru turun tangan dan berperan
dalam proyek itu terkait teknis regulasi dan perizinan.
Proyek pembangunan
kereta cepat Jakarta-Bandung akan mendatangkan banyak manfaat bagi
masyarakat. Selama tiga tahun masa
pembangunan KA Cepat pada periode konstruksi akan tersedia kesempatan kerja
bagi 39.000 orang. Pada periode konstruksi rencana pengembangan yang
berorientasi transit akan tersedia kesempatan kerja bagi 20.000 orang selama 15
tahun. Pada periode operasional akan tersedia kesempatan kerja bagi 28.000
orang selama 25 tahun (Harian Kompas, 15 Januari 2016). Data itu belum termasuk
rencana pembangunan kawasan bisnis, wisata, riset, apartemen, perumahan dan
hotel.
Oleh karena itu,
secara agregat, pembangunan itu semua akan mendorong sektor properti lebih
menggeliat termasuk bisnis ikutannya. Pembangunan itu juga akan membangkitkan
wisata Bandung Barat makin bercahaya yang selama ini hanya dinikmati Kota
Bandung. Jangan lupa bahwa bisnis wisata akan memberikan berkah tersendiri
yakni devisa dari kunjungan wisatawan mancanegara. Ini sejalan dengan tekad
pemerintah untuk meningkatkan sektor pariwisata.
Ingat pula bahwa
sektor pariwisata akan mendorong pengembangan ekonomi kreatif. Selama ini
ekonomi kreatif meliputi periklanan, arsitektur, seni, kerajinan, desain,
fashion, film, musik, seni pertunjukan, penerbitan, penelitian dan
pengembangan, perangkat lunak, mainan dan permainan, televisi dan radio dan
permainan video. Dalam rencana revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) yang
dirancang bakal tuntas Maret 2016, sektor pariwisata dan sektor ekonomi kreatif
menjadi target untuk direvisi.
Bahkan, semua bidang
perfilman di jasa teknik, produksi, distribusi, dan ekshibisi bioskop dibuka
100% untuk investor asing. Kelima, menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT).
Kesempatan kerja yang semakin luas juga akan mengurangi tingkat pengangguran terbuka
yang mencapai 6,18 persen per Agustus 2015. Angka tersebut naik dari 5,94
persen pada periode sebelumnya, Agustus 2014. Oleh karena itu, tidak terlalu
berlebihan kalau 2016 disebut sebagai tahun menjanjikan bagi sektor properti.
Subscribe to:
Posts (Atom)









