Google Search

Custom Search

Saturday, 26 March 2016

Hitung Cepat Kebutuhan AC untuk Pendinginan Sebuah Ruang


Untuk perhitungan yang presisi dalam mengkondisikan ruang baik untuk aktifitas manusia atau untuk pendinginan perangkat peka suhu, banyak faktor yang menjadi acuan.
1. Bila untuk aktifitas manusia, maka suasana ruang yang nyaman sebagai acuan dasar.
2. Untuk perangkat peka suhu, maka suhu dan kelembaban ideal perangkat tersebut yang menjadi acuan dasar.
3. Suhu dan kelembaban luar ruang baik saat panas maupun dingin
4. Panas sinar matahari langsung maupun pantul
5. Daya infiltrasi panas tiap sekat, baik lantai, dinding maupun atap.
6. Panas yang ditimbulkan dari dalam, baik dari perangkat maupun manusia.

berikut adalah cara cepat dalam menghitung kebutuhan pendinginan sebuah ruang.
+ Dasar teori, Suhu ruang yang akan dikondisikan A derajat celcius, suhu luar B derajat celcius, suhu yang diinginkan untuk ruang adalah C derajat celcius, maka dibutuhkan energi pendinginan = A-C + infiltrasi suhu dari luar, baik oleh dinding bata, kaca, bukaan pintu dan panas yang dikeluarkan tubuh, mesin dlm ruang dll.

satuan yang sering digunakan:
- BTU/h = British Thermal Unit per hour
- PK = 9.000 BTU/h (satuan AC yang umum dipakai masyarakat umum)
- CFM = satuan aliran udara cubic feet per minute (1 CFM ~ 30 BTU/h)

----------------------------------------------------
| TABEL 1 |
----------------------------------------------------
| Kebutuhan Satuan Pendinginan tiap ruang |
----------------------------------------------------
| Kantor - - - - - | 550 - 600 BTU/h/m2 - - - -|
| Kamar/rumah | 470 - 550 BTU/h/m2 - - - - |
| Gudang - - - - -| 500 BTU/h/m2 + faktor x -|
| Fasum (aula) - | 725 BTU/h/m2 - - - - - - -- |
| Supermarket - | 675 BTU/h/m2 - - - - - - - -|
----------------------------------------------------
Catatan :
Faktor x adalah faktor panas yang timbul dari desain gudang yang kurang mampu menahan infiltrasi suhu luar ruang. Baik karena bukaan maupun pemilihan bahan sekat.

Untuk ruang diluar tabel tersebut diatas, bisa diperkirakan dengan membandingkan faktor panas yang timbul dalam ruang tersebut, misal aula adalah ruang yang membutuhkan

pendinginan tertinggi per meter perseginya, ini dikarenakan faktor daya tampung aula yang mencapai 3 orang per m2.

Contoh kasus.
1. Sebuah kantor memiliki beberapa ruang A= 3x4m2; B=6x6m2; hitung berapa PK AC tiap ruang tersebut?
jawab:
Ruang A = Luas = 3 x 4 m2 = 12m2
= AC = 550 BTU/h/m2 x 12 m2 = 6.600 BTU/h
= PK = 6.600/9.000 = 0,73 PK
di pasaran unit AC split yang ada 3/4 PK

Ruang B = Luas = 6 x 6 m2 = 36m2
= AC = 550 BTU/h/m2 x 36 m2 = 19.800 BTU/h
= PK = 19.800/9.000 = 2,2 PK
di pasaran unit AC split yang ada 3/4 PK dan 1,5PK

Update Daftar Harga Residual Current Circuit Breaker RCCB/ELCB Domae Schneider Electric 2016




Proteksi arus bocor 300 mA untuk protkesi terhadap bahaya kebakaran 
Cocok untuk aplikasi distribusi akhir untuk rumah, apartemen, gedung komersil, gedung industri, dll

2 Phasa
ELCB Domae 2 Phasa 30 mA 25 A Harga Rp 309.500,-
ELCB Domae 2 Phasa 30 mA 40 A Harga Rp 339.500,-
ELCB Domae 2 Phasa 30 mA 63 A Harga Rp 473.500,-
ELCB Domae 2 Phasa 300 mA 25 A Harga Rp 330.000,-
ELCB Domae 2 Phasa 300 mA 40 A Harga Rp 374.000,-
ELCB Domae 2 Phasa 300 mA 63 A Harga Rp 468.500,-
4 Phasa
ELCB Domae 4 Phasa 30 mA 25 A Harga Rp 507.000,-
ELCB Domae 4 Phasa 30 mA 40 A Harga Rp 589.500,-
ELCB Domae 4 Phasa 30 mA 63 A Harga Rp 756.500,-
ELCB Domae 4 Phasa 300 mA 25 A Harga Rp 491.000,-
ELCB Domae 4 Phasa 300 mA 40 A Harga Rp 611.000,-
ELCB Domae 4 Phasa 300 mA 63 A Harga Rp 691.000,-
Vigirex RH99 M Schneider Electric Harga Rp 1.688.000,-
Solusi memenuhi kebutuhan ELCB dengan sensitifitas 300 mA untuk daya listrik hingga 400 KVA.

Monday, 14 March 2016

Thursday, 18 February 2016

24 Pelabuhan Rute Tol Laut Indonesia

Pembangunan Poros Maritim Nasional atau Tol Laut bertujuan untuk membuka akses pelayaran petikemas regional dengan membuat suatu pelabuhan besar berskala hub internasional yang dapat melayani kapal-kapal niaga besar di atas 3.000 TEUs atau sekelas dengan kapal Panamax 6.000 TEUs.
poros maritim Indonesia merupakan bagian poros maritim dunia. Untuk mewujudkannya, maka di wilayah Indonesia harus terdapat pusat-pusat kegiatan maritim dan kelautan berkelas dunia yang melayani dan mengakomodasi kegiatan kemaritiman ke seluruh dunia.
Pada prinsipnya, pembangunan Tol Laut atau Pendulum Nusantara merupakan penataan rute tetap (linier), terhadap rute yang sudah ada. Untuk mencapai keberhasilannya, diperlukan langkah-langkah antara lain; mengefisienkan sistem transportasi maritim Indonesia, kelembagaan regulasi dan pendanaan serta dukungan lintas sektoral.

Jadi tol laut, sistem supply chain logistik nasional agar bekerja efisien. Bukan seperti jalan tol disambung di laut


Pembangunan tol laut untuk terselenggaranya konektivitas transportasi laut yang efektif secara rutin dari barat Indonesia sampai timur wilayah Indonesia melibatkan 24 pelabuhan.

Ke-24 pelabuhan tersebut meliputi lima pelabuhan sebagai hub (pengumpul) yaitu
- Pelabuhan Belawan/Kuala Tanjung
- Pelabuhan Tanjung Priok/Kalibaru
- Pelabuhan Tanjung Perak
- Pelabuhan Makassar
- Pelabuhan Bitung.

Sedangkan 19 pelabuhan sebagai feeder (pengumpan) bagi pelabuhan Hub, sebagai berikut
- Pelabuhan Malahayati
- Batam
- Jambi (Talang Duku)
- Palembang
- Panjang
- Teluk Bayur
- Tanjung Emas
- Pontianak
- Banjarmasin
- Sampit
- Balikpapan/Kanangau
- Samarinda/Palaran
- Tanau/Kupang
- Pantoloan
- Ternate
- Kendari
- Sorong
- Ambon
- Jayapura

Rute Pelayaran Kapal Tol Laut Indonesia

Pemerintah telah meluncurkan pelayaran kapal barang reguler yang merupakan bagian dari program tol laut seperti yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sebelumnya.

"Konsep Tol Laut bukan membuat jalan tol di atas laut. Namun merupakan jalur distribusi logistik menggunakan kapal laut dari ujung Pulau Sumatera hingga ujung Papua"

Program pelayaran kapal berjadwal ini dimaksudkan untuk‎ mengurangi disparitas harga antara Indonesia Timur dengan daerah sentra produksi yang ada di wilayah Indonesia Barat.
Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang dalam Rangka Pelaksanaan Tol Laut, PT Pelni (Persero) ditunjuk sebagai pihak yang menyelenggarakan pelayaran reguler tersebut.
Untuk saat ini, Pelni masih bisa menyediakan tiga kapal dan melayani tiga trayek dari ketentuan yang seharusnya enam kapal‎ yang melayani enam trayek juga seperti yang tertuang dalam ketetapan.
Adapun, besaran Kewajiban Pelayanan Publik Untuk Angkutan Barang dalam Rangka Pelaksanaan Tol Laut tersebut sebesar Rp 257,9 miliar dengan 6 kapal.

Ketiga susunan jaringan trayek tersebut adalah:

1. Kodo Trayek T - 1 : Tg. Perak - Tual - Fak fak - Kaimana - Timika - Kaimana - Fak fak - Tual -Tg Perak (Dioperasikan oleh KM. Caraka Jaya Niaga III - 32)

2. Kode Trayek T - 4 : Tg. Priok - Biak - Serui - Nabire -Wasior - Manokwari - Wasior- Nabire - Serui - Blak -- Tg Pnok (Dioperasikan oleh KM. Caraka Jaya Niaga Ill - 22)

3. Kode Trayek T -6 : Tg. Priok - Kijang - Natuna - Kijang - Tg Priok (Dioperasikan oleh KM. Caraka Jaya Niaga III - 4)

Diperkirakan akan ada kebutuhan 1.000 kapal setiap tahunnya, sementara industri galangan kapal saat ini hanya mampu memenuhi 30 persen. Potensi industri perkapalan sangat besar. Kebutuhan kapal bukan hanya untuk kapal barang, tapi juga kapal penumpang, ferry, kapal nelayan dan lain-lain. Oleh karena itu, investor juga diundang untuk mengisi kebutuhan tersebut.
Salah satu investor yang tertarik untuk menanamkan modal di Indonesia adalah investor Jepang Tsuneishi Ship Building .Tsuneishi Ship Building merupakan industri perkapalan nomor tujuh terbesar di Jepang. Selain di Jepang, Tsuneishi juga telah membangun industri galangan kapal di Cebu, Filipina, Zoushan, China dan Paraguay.
Untuk Indonesia, Tsuneishi merencanakan investasi di sektor jasa reparasi kapal senilai US$ 40 Juta dengan proyeksi menyerap pekerja hingga 1.000 orang.
Untuk memenuhi kebutuhan kapal tol laut Kementerian Perhubungan memecahkan rekor pembelian kapal terbanyak dalam sejarah pemerintah Indonesia. Kali ini Kementerian Perhubungan membeli kapal laut sebanyak 188 buah.
Untuk pembelian tersebut Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan dana total Rp 11,8 triliun dengan pola penganggaran multi years hingga tahun 2017.
Untuk tahun 2015 telah dianggarkan Rp 3,3 triliun dimana alokasinya untuk pembayaran Down Payment (DP) dan konstruksi kapal yang diperkirakan pada akhir tahun baru mencapai 15 persen. Sementara tahun 2016 telah dianggarkan sebanyak Rp 4,4 triliun dan tahun 2017 sebesar Rp 4,1 triliun.
Mengenai proses pengerjaannya, semua kapal tersebut akan dikerjakan oleh perusahaan galangan kapal di Indonesia‎ yang diperkirakan berjumlah 100 perusahaan lebih yang terdiri dari BUMN dan swasta.
Mengenai jenis kapal yang dipesan ada tiga kategori, yaitu kapal jenis penjagaan laut dan pantai sebanyak 73 kapal, kapal lalu lintas angkutan laut 95 kapal dan kapal kenavigasian sebanyak 15 kapal.Kapal angkut barang ini nantinya akan memiliki kapasitas mencapai 2000 Gross Ton (GT).