Google Search

Custom Search

Saturday, 13 November 2010

ILMU TEKNIK SIPIL - Berat Jenis Material

Berat jenis suatu material biasanya akan berbeda-beda terutama material yang berasal dari alam dan langsung dipakai, tanpa diolah melalui industri terlebih dahulu . Untuk material yang diolah melalui industri terlebih dulu seperti besi beton dan semen akan mempunyai berat jenis yang lebih mendekati sama.

Baca selengkapnya >>

Saturday, 6 November 2010

ILMU TEKNIK SIPIL - Menghitung berat besi beton tanpa tabel

Rumus yang sudah jadi :
Berat per m' (kg/m') = 0,006165 x D� ( D diameter besi dalam mm)
Berat per batang (kg) = 0,006165 x D� x12 m' (panjang besi asli )

Asal rumus :
Dengan menggunakan pendekatan rumus volume tabung.
Volume tabung =
(0,25 x 3,14 x D�) x P x BJ

Keterangan :
D = diameter besi beton
P = panjang besi beton
BJ = berat jenis besi beton (7.850 kg/m�)



Baca selengkapnya >>

Saturday, 2 October 2010

ILMU TEKNIK SIPIL - E-Procurement Departemen PU

Dalam e-procurement (lelang elektronik), para penyedia atau peserta tender tidak lagi mengirimkan softcopy dan hardcopy dokumen lelang. Cukup mengirimkan softcopy dari dokumen secara online.Adapun implementasi penerapan e-procurement adalah penghematan waktu, penghematan biaya serta meminimalisasikan kemungkinan terjadi penyelewengan.

Baca selengkapnya >>

Tuesday, 6 July 2010

ILMU TEKNIK SIPIL - Lowongan Teknik Sipil

Setelah lelah menjalani kuliah di teknik sipil dan memperoleh gelar sarjana, saatnya telah tiba untuk mencari kerja sesuai dengan bidang kita yaitu Teknik sipil, buat yang lagi cari lowongan kerja teknik sipil bisa mencari disini,
Klik tombol dibawah..!!


Friday, 28 May 2010

ILMU TEKNIK SIPIL - Konstruksi Baja Ringan terbaru

Langkah untuk mengganti konstruksi atap kayu dengan material baja ringan dan genteng metal adalah langkah tepat, karena langkah tersebut juga sudah sesuai dengan program pemerintah untuk �GO GREEN� menjadikan rumah kita ramah lingkungan. Dengan mengganti material kayu dengan material alternatif ini berarti anda juga telah membantu menyelamatkan hutan dan mencegah terjadinya bencana alam.

Dengan semakin banyaknya sistem rangka atap baja ringan yang dipasarkan di Indonesia, semakin banyak pula pilihan yang beragam bagi konsumen, sayangnya bersamaan dengan itu banyak baja ringan dipasaran yang tidak memenuhi standarisasi baik dari segi bahan maupun sistem pemasangan, mengingat belum adanya peraturan dari pemerintah yang mengikat dan mengaturnya, sehingga mengakibatkan kerobohan struktur rangka atap hingga memakan korban jiwa. Atas dasar itulah perlu diberikan informasi seobjektif mungkin, sehingga konsumen di Indonesia dapat menggunakannya sebagai pedoman dan perbandingan diantara sistem rangka atap baja ringan yang beredar di pasaran.�

Selengkapnya...