Girder/Gelagar beton mutu tinggi dengan sistem pracetak segmental meningkatkan efisiensi bangunan atas dan bangunan bawah jembatan. Perampingan dimensi dalam berat gelagar beton mutu tinggi (fc� 65MPa) memberikan penghematan berat sendiri ~20% terhadap gelagar beton standar (fc� 40 MPa). Selain ini, kemudahan transportasi dari komponen jembatan dengan panjang segmen 5-7m mengurangi biaya transportasi suatu gelagar segmental, sebesar ~50% terhadap gelagar monolitik dengan bentang identik.
Baca selengkapnya >>
Google Search

Custom Search
Tuesday, 24 January 2012
Tuesday, 3 January 2012
ILMU TEKNIK SIPIL - Traveler Formwork pada proyek Jembatan
Jembatan Suramadu merupakan jembatan yang dibangun melintasi laut (selat Madura) yang menghubungkan Pulau Jawa (Surabaya) dan Pulau Madura (Kab. Bangkalan).
Struktur jembatan yang panjang serta proses pengerjaannya berada di atas laut dengan arus yang deras maka tidak memungkinkan untuk dikerjakan dengan cara convensional. Maka digunakanlah metode kontruksi sistem kantilever seimbang atau sering disebut balance cantilever, dimana dikerjakan dari masing-masing sisi secara segmental dan bertemu di tengah bentang.
Baca selengkapnya >>
Struktur jembatan yang panjang serta proses pengerjaannya berada di atas laut dengan arus yang deras maka tidak memungkinkan untuk dikerjakan dengan cara convensional. Maka digunakanlah metode kontruksi sistem kantilever seimbang atau sering disebut balance cantilever, dimana dikerjakan dari masing-masing sisi secara segmental dan bertemu di tengah bentang.
Monday, 2 January 2012
ILMU TEKNIK SIPIL - Rumah indah minimalis dgn biaya murah
Ada empat karakter sehingga sebuah rumah bisa dikatakan rumah indah.
Pertama, hemat energi di mana cahaya diperoleh secara alami melalui ventilasi alami pula, menggunakan material produksi lokal maupun bahan daur ulang, serta murah perawatannya.
Pertama, hemat energi di mana cahaya diperoleh secara alami melalui ventilasi alami pula, menggunakan material produksi lokal maupun bahan daur ulang, serta murah perawatannya.
Kedua, ramah lingkungan yang tampak dari tersedianya ruang terbuka hijau di areal rumah serta memberdayakan potensi lokal. Misalnya, dengan mengadaptasi desain rumah-rumah tradisional. Ketiga, adanya interaksi antara ruang dalam rumah dengan ruang luar rumah. Keempat, sesuai dengan karakteristik ataupun filosofi si empunya rumah.
Baca selengkapnya >>
Subscribe to:
Posts (Atom)